Hi, Welcome to my blog, enjoy reading.
RSS

Kamis, 13 Februari 2014

BUKU UNTUK REMAJA

Karya: K. Yuningsih

BERANI UNTUK MEMILIH

Salah satu bagian buku. Ketika kita hidup di dunia, kita diberikan anugerah akal, jiwa dan raga, akal yang kita gunakan untuk berfikir, Jiwa untuk bergerak dan rasa yang peka terhadap sesuatu, termasuk rasa mengagumi seseorang. Akal untuk memilikinya, jiwa untuk menyentuhnya dan rasa yang sulit karena rasa itu didalam. Tidak dipungkiri ada satu kata yang terkadang membuat kita tidak bisa menjadi diri sendiri, yaitu ketika kita dihadapkan pada sebuah kata ‘memilih’, suatu pilihan adalah keputusan dan keputusan mencerminkan harga diri. Tentunya kita ingin memilih yang terbaik untuk kita bukan?. Namun, tentunya tidak semudah itu kawan. Ketika dihadapkan pada suatu pilihan yang banyak, mungkin kita mudah untuk mengambil keputusan. Namun bagaimana jika dihadapkan pada dua pilihan?. Teman – teman tentu tahu jawabannya.. “Sulit bukan?”. Dua pilihan tersebut terkadang membuat kita kehilangan diri kita sendiri menjadi pribadi yang tidak bergairah dan menjadikan dunia kita menjadi dunia yang penuh dengan kebimbangan, katakutan, keraguan, galau deh… ahihi Ingat selalu kata - kata saya “Ketika kita menginginkan yang terbaik, kita harus siap berada dalam keadaan yang sulit” Kalau saya ibaratkan ketika kita ingin memilih satu buah mangga yang bagus. Kita menggunakan akal kita untuk memilih jenis buah mangga yang akan kita beli, kita gunakan jiwa kita untuk menyentuh, memilih mana buah yang masih bagus dan tidak. Banyak pilihan namun yang kita butuhkan hanya satu buah mangga. Hingga pada akhirnya dari sekian banyak kita memilih, mengerucutlah kita pada dua buah mangga yang terbaik. Yang satu berukuran besar namun tekstur buahnya sedikit lembek dan yang satu laginya kecil namun tekstur buahnya bagus. Di situasi seperti itulah perasaan kita di uji. Kita dituntut untuk memilih satu dari dua mangga tersebut, kita juga harus siap dengan resiko terhadap pilihan kita nantinya. Buah mangga besar tapi lembek? Atau buah mangga kecil tapi bagus?. Yang jelas semuanya ada resikonya. Namun selalu ingat kata – kata ini “Orang yang paling beresiko di Dunia ini adalah orang yang tak mau mengambil resiko”. Jadi mau tidak mau kita harus memilih. Dan untuk memilihnya kita Ikuti kata hati (akal sehat), bukan perasaanmu (nafsu). Saya ingat sebuh kata – kata yang saya langsir dari sebuah Novel karya Ridwan Sonjaya yang berjudul “Sufi senja” kurang lebihnya demikian; Kau tau kenapa perasaan selalu menjerumuskan? Karena perasaan identik dengan nafsu. Ya nafu, nafsu yang bisa menyeruak muncul kapan saja di hati manusia. Nafsu yang akan membawamu kejurang kesengsaraan dan penderitaan.Sementara hati, hati adalah nuranimu. Yang akan membawamu ke dalam kebahagiaan karena hati identik dengan kesabaran, keikhlasan dan penerimaan. Dan ingat kata – kata saya “Setiap pilihan tidaklah tanpa adanya resiko, siap mengambil resiko maka kita siap untuk memilih”. Sama halnya dengan hidup, kita dihadapkan pada dua pilihan yang sama baiknya. Namun kita harus mengambil salah satunya. Dan tak mungkin kita memilih dengan percuma, pastilah kita menginginkan yang terbaik untuk kita. Namun, semuanya itu ada resikonya. Setiap hal harus dipertanggung jawabkan. Ingatlah bahwa pilihan kita mencerminkan harga diri kita. Karena apa yang kita pilih itulah yang terbaik menurut kita dengan segala resiko yang harus kita tanggung. Optimis, yakinlah dengan prinsip kita, jangan takut untuk menghadapi sebuah pilihan, apapun bagaimanapun. Seperti apapun yang kita pilih, itulah yang jadi keputusan dan terbaik untuk hidup kita. “BERANI MEMILIH, BERARTI DEWASA”

0 komentar:

Posting Komentar